Menurut Nazaruddin, KPK tak akan pernah mengembangkan penyidikan mereka dalam kasus tersebut ke dugaan keterlibatan petinggi dan elit Partai Demokrat lainnya seperti Mirwan Amir, Angelina Sondakh.
Pasalnya, Anas telah berjanji kepada Wakil Ketua KPK bidang penindakan Chandra M Hamzah dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja, Demokrat akan memenangkan keduanya, dalam seleksi calon pimpinan KPK jilid III jika mereka dan institusinya "memeti-eskan" penyidikan kasus tersebut.
"Soal Ketua KPK akan datang, ada pertemuan antara Anas, Chandra dan Ade Rahardja. Intinya jangan kembangkan lagi soal kasus Kemenpora. Jangan ada tersangka baru, dan jangan panggil Anas, Mirwan, Angelina. Maka Demokrat akan bantu Chandra dan Ade Rahardja," ujarnya melalui blackberry messenger kepada Tribun, Sabtu (9/7/2011).
Pertemuan itu sendiri, lanjut Nazaruddin, terjadi sekitar sepuluh hingga sebelas hari lalu. Namun Nazaruddin tak mengungkap dimana pertemuan itu berlangsung.
"Sudah ada deal. Ya pasti (Chandra dan Ade terpilih). (Pimpinan KPK) Kan lima orang. Cuma dealnya Demokrat usung dua orang itu," imbuhnya.Seperti diketahui, Chandra M Hamzah dan Ade Rahardja memang ikut mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK berikutnya. Jika benar "nyanyian" Nazaruddin tersebut, maka bisa dipastikan hanya dua kursi pimpinan KPK tersisa yang dapat diperebutkan 142 calon yang ada saat ini.
"Dari partai lain komprominya, setiap yang mau dipilih di DPR pasti kompromi," ucapnya. (*)
No comments:
Post a Comment